Hingga Jumat (7/12/2012) pagi ini, Bupati Garut Aceng Fikri belum terlihat mendatangi Markas Kepolisian Daerah Jawa Barat. Dia mendapat panggilan pemeriksaan pukul 9.00 terkait kasus penipuan dan pemerasan.
"Sesuai jadwal, seharusnya Aceng Fikri tiba pukul 9.00 di Mapolda Jabar," kata Kabid Humas Polda Jabar Komisaris Besar Martinus Sitompul.
Kehadiran Aceng Fikri terkait laporan dari Asep Rahmat Kurnia Jaya soal dugaan penipuan Rp 250 juta untuk menjadi wakil bupati Garut. Aceng Fikri menjadi salah seorang dari tujuh saksi yang dimintai keterangan. Polisi sebelumnya sudah melaksanakan gelar perkara terkait kasus ini.
Laporan ini bermula dengan penyerahan uang Rp 250 juta dari Asep kepada utusan Fikri di rumah pribadi bupati. Dengan menyerahkan uang, Asep berharap bisa ditunjuk sebagai wakil bupati menggantikan Dicky Chandra yang mengundurkan diri.
Belakangan diketahui, dia kembali dimintai uang Rp 1,4 miliar dan tidak disanggupi.
Sumber : Kompas
"Sesuai jadwal, seharusnya Aceng Fikri tiba pukul 9.00 di Mapolda Jabar," kata Kabid Humas Polda Jabar Komisaris Besar Martinus Sitompul.
Kehadiran Aceng Fikri terkait laporan dari Asep Rahmat Kurnia Jaya soal dugaan penipuan Rp 250 juta untuk menjadi wakil bupati Garut. Aceng Fikri menjadi salah seorang dari tujuh saksi yang dimintai keterangan. Polisi sebelumnya sudah melaksanakan gelar perkara terkait kasus ini.
Laporan ini bermula dengan penyerahan uang Rp 250 juta dari Asep kepada utusan Fikri di rumah pribadi bupati. Dengan menyerahkan uang, Asep berharap bisa ditunjuk sebagai wakil bupati menggantikan Dicky Chandra yang mengundurkan diri.
Belakangan diketahui, dia kembali dimintai uang Rp 1,4 miliar dan tidak disanggupi.
Sumber : Kompas
0 komentar:
Posting Komentar